|
|
|
m
|
aaf, semua kuma’afkan dan mencoba lupakan demi
persahabatan. Tapi, apakah hati ini dapat merelakan. Jika itu yang terbaik.
Semua pasti ku relakan. Jujur hati ini tak kuasa melihat kenyataan yang ada.
Apakah hari ini akan di jadikan sebuah pelajaran untuk esok atau hanya
penggalan cerita saja. Semua tentang kita kini hanyalah kenangan dan cerita.
Sulit, sebenarnya sulit ku akhiri cerita ini. Tapi kaulah yang sebenarnya
membuat ikatan tali persahabatan ini renggang. Tingkah laku kita selalu
membekas mengiringi langkah ini. Aku disini selalu menanti dan menunggu kata
itu datang. Apa daya hati dan pikiran ini ternyata letih. Ingin bermain awan
bersama. Tapi semua hanya harapan. Dan diri ini mencoba bermain bersama
harapan, ternyata hanyalah mimpi yang datang. Siapa yang dapat mengundang tawa
ini? Siapakah yang dapat memanggil ceria ini?? Kapan tiba saat mengerti kepada
diri ini. Mohon temani air mata dan bawa diri ini. Kapan tiba kata mengerti
datang, yang ada hanya lara yang membunuh mimpi. Saat dusta mengalir hanya
pedih dan mimpi yang datang. Apakah cinta dan kasih dapat membawa kembali canda
dan tawa. Jerit hati ini menuai rindu kebersamaan. Ternyata kita terbuai dalam
kata kebersamaan. Semuanya tak semudah yang telah di bayangkan. Namun, kalian
tetap menjadi bintang bagi diri ini. Mungkin memang ini jalan yang terbaik dan
kita harus merelakan kisah ini. Tak pernah kusesali, hanya saja kuserahkan dan menggenggam janji
kita untuk terus bersama. Terkhianati dan mencoba membayangkan hancurnya hati
ini. Masih sanggupkah diri ini menahan hancurnya hati ini, dan hati ini
terlanjur terluka. Aku tak ingin semua berakhir. Kapan kita renungi semua ini
dan kita tela’ah semua kejadian ini. Mohon
kepada waktu agar dapat mempertemukan persahabatan kembali datang. Izinkan rasa
hangat cinta kasih persahabatan datang untuk yang terakhir kalinya. Apakah esok
akan ada kebersamaan atau semuanya akan berakhir. Meskipun rasa itu pernah ada.
Mohon jangan berpaling dari kehangatan persahabatan ini. Walaupun sakitnya
abadi tapi ayolah kita mencoba hadapi ini. Jangan ada kata tak sanggup.
Ungkapkan semua keluh kesahmu, sobat. Demi persahabatan. Apabila kita di
pertemukan waktu, jangan ada kata selamat tinggal. Ingin meludah tapi setelah
berfikir tak ingin suatu saat ku menjilatnya lagi. Segudang kata kebersamaan untuk persahabatan. Jalan matiku pasti
mendekat. Ma’af teman jika aku telah menggurui. Mengertilah teman. Jalan kita
masih jauh, percayalah kita tidak akan berlabuh. Tak semestinya kita seperti
ini. Ma’afkan sikap. Dan aku bodoh menahan amarah ini. Mengapa tak ku luapkan.
Namun semuanya tak ada yang hebat dan biasa saja selain kebersamaan ini. Cerita
sehari-hari yang kita ukir terasa jauh kita melangkah. Ingin ku kembangkan rasa
ini. Banyak kejutan mengiringi lanbkah kita. Dan semuanya mengukir bayangan
yang menarik. Sangat terasa saat kita mulai menjauh dari kata kebersamaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar